Evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik

Pelaksanaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, yang selanjutnya disingkat SPBE, di Instansi Pusat dan Pemerintah Daerah ditujukan untuk mewujudkan proses kerja yang efisien, efektif, transparan, dan akuntabel serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Agar pelaksanaan SPBE dapat berjalan untuk mencapai tujuannya, maka perlu dilakukan evaluasi secara berkala untuk mengetahui sejauh mana kemajuan dari pelaksanaan SPBE di setiap Instansi Pusat dan Pemerintah Daerah.

Evaluasi SPBE merupakan proses penilaian terhadap pelaksanaan SPBE di Instansi Pusat dan Pemerintah Daerah untuk menghasilkan suatu nilai Indeks SPBE yang menggambarkan tingkat kematangan (maturity level) dari pelaksanaan SPBE di Instansi Pusat dan Pemerintah Daerah. Agar penilaian ini dilaksanakan secara efektif dan obyektif, maka perlu disusun pedoman evaluasi yang dapat dipahami oleh semua pemangku kepentingan evaluasi SPBE.

 

Pedoman Evaluasi SPBE disusun untuk memberikan petunjuk dalam rangka melaksanakan evaluasi atas pelaksanaan SPBE di Instansi Pusat dan Pemerintah Daerah. Pedoman evaluasi ini mengatur tentang perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan hasil evaluasi SPBE. Ruang lingkup penyelenggaraan SPBE di Instansi Pusat dan Pemerintah Daerah yang akan dievaluasi sedikitnya mencakup tata kelola SPBE, layanan SPBE, dan kebijakan SPBE.

TUJUAN EVALUASI SPBE

METODOLOGI EVALUASI SPBE
TINGKAT KEMATANGAN SPBE

Tingkat kematangan SPBE merupakan kerangka kerja yang mengukur derajat pengembangan SPBE ditinjau dari tahapan kapabilitas proses dan kapabilitas fungsi teknis SPBE. Tingkatan kematangan mengarahkan pengembangan SPBE pada keluaran dan dampak yang lebih baik. Tingkat kematangan yang rendah menunjukkan kapabilitas dan keberhasilan yang rendah, sedangkan tingkat kematangan yang tinggi menunjukkan kapabilitas dan keberhasilan yang lebih tinggi.

Tingkat kematangan pada kapabilitas proses terdiri dari lima tingkat yaitu rintisan, terkelola, terstandardisasi, terintegrasi dan terukur, optimum. Sedangkan tingkat kematangan pada kapabilitas fungsi teknis terdiri lima tingkat yaitu informasi, interaksi, transaksi, kolaborasi, dan optimalisasi. Setiap tingkat (level) memiliki karakteristik masing-masing yang dapat secara jelas membedakan antara tingkat satu dengan tingkat yang lain. Karakteristik pada tingkat (level) yang lebih tinggi mencakup karakteristik pada tingkat (level) yang lebih rendah.

STRUKTUR PENILIAIAN DALAM SPBE

Penilaian pada pelaksanaan SPBE dilakukan melalui struktur penilaian yang terdiri dari:

  1. Domain, merupakan area pelaksanaan SPBE yang dinilai;
  2. Aspek, merupakan area spesifik pelaksanaan SPBE yang dinilai;
  3. Indikator, merupakan informasi spesifik dari aspek pelaksanaan SPBE yang dinilai.

TINGKAT KEMATANGAN KAPABILITAS PROSES SPBE

Tingkat kematangan pada kapabilitas proses diterapkan pada domain tata kelola SPBE dan domain kebijakan internal SPBE. Berikut adalah karakteristik tingkat kematangan pada kapabilitas proses

TINGKAT KEMATANGAN KAPABILITAS FUNGSI SPBE

Tingkat kematangan pada kapabilitas fungsi SPBE diterapkan pada domain layanan SPBE. Berikut adalah karakteristik tingkat kematangan pada kapabilitas Fungsi:

METODE PELAKSANAAN EVALUASI SPBE

FAQ

Q : Apa itu Evaluasi SPBE?

A : Evaluasi SPBE merupakan proses penilaian terhadap pelaksanaan SPBE di Instansi Pusat dan Pemerintah Daerah untuk menghasilkan suatu nilai Indeks SPBE yang menggambarkan tingkat kematangan (maturity level) dari pelaksanaan SPBE di Instansi Pusat dan Pemerintah Daerah.

 

Q : Pegawai instansi atau unit apakah yang sebaiknya hadir?

A : Evaluasi SPBE akan dilakukan pada 3 Domain yaitu Kebijakan Internal, Tata kelola, dan Layanan SPBE. Oleh karena itu dapat dipertimbangkan dan disesuaikan pada instansi atau unit yang bersangkutan dimana pegawai yang ditugaskan menguasai ketiga Domain tersebut.

 

Q : Apakah Pejabat eselon 1 atau 2 perlu hadir?

A : Dikarenakan klarifikasi dan validasi dokumen pada tahapan wawancara akan bersifat teknis maka pegawai yang ditugaskan menduduki jabatan eselon 3, eselon 4, atau staf.

 

Q : Apakah yang hadir dalam wawancara boleh lebih dari 2 orang?

A : Dengan memperhatikan anggaran yang ada, kami tidak membatasi jumlahnya. Namun, dalam pelaksanaan wawancara diharapkan hanya 2 orang yang dapat mengikuti wawancara agar suasana diruangan berjalan kondusif.

 

Q : Berapa lama kegiatan wawancara dilakukan?

A : Kegiatan wawancara dilaksanakan 5 sesi setiap harinya, setiap sesi memakan waktu kurang lebih 1 jam 30 menit, dan untuk sesi pertama akan dimulai pukul 07.30 WIB dan sesi terakhir akan berakhir pada pukul 16.30 WIB

 

Q : Dokumen apa saja yang perlu dibawa Responden dalam pelaksanaan wawancara?

A : Dokumen-dokumen pendukung dari setiap indikator tingkat kematangan, sebagai contoh Instansi memilih tingkat kematangan 1 pada Kebijakan Rencana Induk SPBE, maka Responden diharapkan membawa draft/konsep dari Rencana Induk SPBE tersebut. Dokumen-dokumen pendukung tersebut dapat berupa softcopy atau hardcopy yang dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya.

Leave a Reply